Perubahan Iklim dan Dampaknya terhadap Jakarta

Perubahan iklim menjadi permasalahan lingkungan karena dampaknya yang merugikan manusia dan kehidupan di bumi. Salah satu dampak terbesar dari perubahan iklim adalah mencairnya gletser di kutub utara dan selatan. Kawasan yang dilapisi oleh bongkahan es perlahan mencair dan lapisan tersebut menjadi semakin tipis. Gletser yang mencair dalam jumlah besar tersebut kemudian menyebabkan meningkatnya permukaan air laut yang mengancam kehidupan manusia di daratan. Kenaikan permukaan air laut menimbulkan beberapa bahaya bagi kehidupan manusia layaknya bencana alam. Berikut dampak yang dapat di akibatkan oleh kenaikan permukaan air laut: abrasi yang merusak, kontaminasi tanah pertanian dengan air garam hingga hilangnya habitat untuk ikan air tawar, burung dan tanaman, dan banjir di dataran rendah seperti pada permukiman di dekat pantai. Perubahan ikim juga diperparah oleh beberapa hal seperti di Jakarta terus menerus mengalami tekanan dari berbagai masalah sebagai kota metropolitan di daerah pesisir, diantaranya pertumbuhan penduduk yang tinggi, konversi lahan secara massif, dan exploitasi air tanah untuk memenuhi kebutuhan perkotaan. Akibatnya, Jakarta rentan semakin rentan terhadap ancaman perubahan iklim, khususnya banjir dan kenaikan air laut.