Tim Peneliti

Rukuh Setiadi

Rukuh Setiadi adalah dosen senior di Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Diponegoro, Indonesia dan merupakan peneliti di SDGs Center. Ia memiliki latar belakang pendidikan yaitu Perencanaan Kota (UNDIP), kemudian memperoleh gelar master dalam Environmental Management di Flinders University dan kemudian juga menerima gelar PhD dalam Urban Environmental Policy di Griffith University. Rukuh juga menjabat sebagai direktur eksekutif Inisiatif Kota untuk Perubahan Iklim (IKUPI), yaitu sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di Semarang dan berfokus untuk mendukung inisiatif perubahan iklim perkotaan di Indonesia. Selain itu, Ia juga berpartisipasi sebagai penulis kontributor di 6th Assessment Report dalam IPCC. Ia memperoleh pengalaman pelatihan, penelitian dan perencanaan di sejumlah proyek yang didanai oleh organisasi, program nasional dan internasional seperti Proyek ANU Indonesia, ASTRA Internasional, Yayasan Bintari, GIZ, IIED, MercyCorps Indonesia, Yayasan Rockefeller, SIAP-SIAGA, UCLG-ASPAC, UN-Habitat dan Bank Dunia

Joerg Baumeister

Prof. Dr.-Ing. Joerg Baumeister pada 2019 mendirikan "SeaCities" (SeaCities.org) sebagai pusat penelitian di Cities Research Institute. Proyek SeaCities saat ini berjalan pada penyusunan skenario adaptasi untuk kota-kota pesisir yang mengubah bahaya kenaikan permukaan laut menjadi peluang perkotaan seperti kota dan desa terapung. Joerg adalah Arsitek terakreditasi dan pemenang penghargaan dengan gelar Doktor dalam Teknik serta memiliki pengalaman luas dalam perencanaan kota. Oleh karena itu, proyek-proyeknya didasarkan pada pemikirannya yang dapat mengolaborasikan antara arsitektur, teknologi, sains, dan masyarakat. Joerg telah menjadi peneliti, konsultan, penemu, praktisi, dan pendidik selama lebih dari 25 tahun di seluruh Eropa, Afrika, Arab, Asia, dan Australia. Pengalamannya meliputi konsultasi industri swasta, LSM, dan lembaga pemerintah di tingkat federal, negara bagian serta regional; kemudian juga menjadi Direktur Pusat Penelitian, CEO dari perusahaan swasta, menjadi ambassador dari Scientist For Future and DAAD; serta terlibat dalam pengembangan, akuisisi, dan pengelolaan berbagai hibah penelitian menengah hingga besar untuk Commonwealth and the European Union

Alex Lo

Alex Lo merupakan seorang ilmuwan sosial lingkungan yang mengkhususkan diri dalam studi respon publik dan kebijakan terhadap perubahan iklim di Victoria University of Wellington, NZ. Dia menjadi penerima dari berbagai penghargaan seperti World Social Science Fellowship, Endeavour Research Fellowship, Universitas 21 Fellowship, Pete Hay Prize, Li Ka Shing Prize, Dr. Stephen S.F. Hui Prizes, dan Ada and Arthur Hill Prize. Dia juga menjadi pembicara pleno yang diundang dalam Konferensi Internasional tentang Pembangunan Regional (2016) serta menjadi anggota dewan editorial dalam Environmental Values (White Horse Press), Population and Environment (Springer), Associate Editor of Geographical Research (Wiley), serta the journal of the Institute of Australian Geographers. Alex juga pernah memimpin beberapa proyek penelitian lain tentang tata kelola dan politik perubahan iklim, yang didukung oleh dan Akademi Ilmu Sosial Australia di Australia dengan pendanaan bersama dari Akademi Ilmu Sosial China. Lo menerima gelar PhD dari Australian National University pada tahun 2011, diikuti dengan jabatan dosen tetap di Griffith University di Australia dan menjadi posisi yang dipegangnya hingga tahun 2015. Sebelumnya, ia memegang penelitian di Wina, Austria dan mengoordinasikan proyek pendidikan lingkungan untuk Pemerintah Hongkong. Sejak 2018, ia menjabat sebagai Adjunct Professor di Universitas Guangzhou, China

Luna Perita

Luna adalah seoarang asisten riset, lulusan dari S1 Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro. Selama kuliahnya Luna telah melakukan studi dan praktik melalui studioi perencanaan wilayah dan kota juga termasuk didalamnya mempelajari isu-isu lingkungan yang menjadi perhatian dunia seperti perubahan iklim