Kisah Sukses

Permukiman Terapung di Belanda

Karena sekitar 2/3 wilayah Belanda berada di bawah permukaan laut, maka Belanda harus mencari solusi untuk mengendalikan serta hidup dan bekerja di atas air. Selama bertahun – tahun mereka telah menyempurnakan proses membangun rumah di atas air (woonboot) yang sebagian besar menggunakan lambung beton. Beton bertulang yang tidak mudah berkarat dapat dibuktikan tahan lama, contohnya dapat terlihat banyak lambung kapal berusia 50 tahun yang masih dalam kondisi sempurna. 

Pepatah Belanda mengatakan, "Tuhan menciptakan dunia tetapi Dutch menciptakan Belanda." Belanda telah lama menjadi pelopor dalam reklamasi tanah dari air, menghabiskan berabad-abad mengeringkan laut untuk membangun. Teknologi yang digunakan untuk membangun rumah di atas air sebenarnya bukan hal baru. Apapun yang bisa dibangun di atas tanah juga bisa dibangun di atas air. Satu - satunya perbedaan antara rumah di darat dan rumah terapung adalah rumah di atas air memiliki "bak" beton di bagian bawah, yang terendam setengah lantai dan berfungsi sebagai penyeimbang. Untuk mencegah mereka mengapung ke laut, mereka ditambatkan ke dasar danau dengan tiang tambat.

Saat permukaan air laut naik secara global, banyak kota di dunia berada di bawah ancaman air. Beberapa daerah diproyeksikan akan tergenang dalam beberapa dekade mendatang. Oleh karena itu, merancang rumah terapung mungkin dalam beberapa kasus dapat menjadi lebih aman daripada membangun di atas tanah dan berisiko sering terkena banjir.

Rumah terapung tidak hanya lebih aman dan murah, tetapi juga lebih berkelanjutan karena rumah terapung dapat lebih mudah disesuaikan dengan kebutuhan yang ada dengan mengubah fungsi, atau bahkan pindah ke lokasi yang baru dimana ia dapat berfungsi sebagai sesuatu yang lain serta memiliki daya tahan bangunan yang jauh lebih baik.


Oceanix City

Oceanix City merupakan rintisan proyek visioner yang berfokus pada tantangan untuk memenuhi kebutuhan hunian di tengah pertumbuhan penduduk yang cepat dan respon mis-manajemen reklamasi di pesisir dan lautan. Oceanix city adalah projek yang mendorong perancangan dan pembangunan berwawasan lingkungan dengan mendorong inovasi dan teknologi yang harmonis dengan kehidupan di bawah air dan di dalam lautan.  Untuk mendukung New Urban Agenda UN-Habitat, Oceanix City adalah visi untuk komunitas terapung pertama yang tangguh danberkelanjutan di dunia untuk 10.000 penduduk di area perairan seluas 75 hektar. Desainnya didasarkan pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, menyalurkan aliran energi, air, makanan, dan limbah untuk menciptakan cetak biru kota metropolitan maritim berbasis modular. Oceanix City dirancang untuk tumbuh, berubah, dan beradaptasi secara organik dari waktu ke waktu, berkembang dari komunitas kecil menjadi desa dan selanjutnya menjadi sebuah kota.