Jakarta Tenggelam 2050

Tidak optimalnya infrastruktur drainase menyebabkan Jakarta rawan banjir di musim hujan. Sementara itu air permukaan di Jakarta sangat tecemar. Air yang tercemar dan jaringan perpipaan yang tidak mencakup semua wilayah kota menyebabkan masifnya penggunaan air bawah tanah sehingga menyebabkan penurunan muka tanah mencapai rata-rata 10 - 15 cm/tahun atau lebih, khususnya di Jakarta Utara. Dengan situasi diatas dan ditambah dengan perubahan iklim, Jakarta telah ditempatkan sebagai salah satu kota pesisir yang paling rentan di dunia dengan isu 95% wilayah Jakarta Utara akan terendam air laut pada tahun 2050.